
Baru pertama kali ini Opa ke Taipei melalui Hongkong …. dan sudah lebih dari 5 tahun tidak mampir ke Hongkong.
Perjalanan dengan pesawat Cathay Pacific yang penumpangnya full lumayan nyaman, waktunya pas dan tiba di sore hari.
Jadilah satu pengalaman menarik terjadi 23 April 2009 yang lalu; makan pagi di Bogor, makan siang di Hongkong dan makan malam di Taipei, walaupun seperti biasanya, Opa hanya makan desert ala Thailand di makan malam.
Yang menarik, begitu masuk ke kamar hotel, Opa mendapatkan kamar hotel yang mewah, pakai carpet tebal dan TV-nya 43 inch, tetapi merknya HERAN.
Yah … betul … salah satu merk televisi terkenal di Taiwan ini adalah HERAN …
Michael@Taipei
25 April 2009
Kebingungan melanda rakyat Indonesia, hari ini tanggal 9 April 2009 - kita melihat banyaknya orang Indonesia yang bingung masuk ke TPS, karena tidak tahu siapa yang akan dipilih dan siapa yang terbaik untuk rakyat Indonesia.
Masa kampanye yang terkesan “bikin macet” dan “bikin rusuh” sudah lewat tanpa dapat meyakinkan kita semua, siapa yang terbaik dan dapat diandalkan untuk memimpin 200 ++ juta rakyat Indonesia.
Dalam sejarah perjalanan NKRI, kita melihat banyak fakta yang menunjukan bahwa kita ini selalu saja salah memilih pimpinan, baik yang tadinya dianggap “jagoan” dan dapat diandalkan ataupun yang tidak pernah kita kenal dan berasal dari antah berantah. Pimpinan yang kita harapkan dapat memimpin republik ini, tiba-tiba pada saat sudah menjadi petinggi menjadi melempem dan tidak dapat berbuat apa-apa.
Jadi apa yang salah ?
Mencermati kejadian-kejadian selama ini, sepertinya yang salah itu adalah kita-kita semua - selalu salah menunjuk orang yang kita pandang mampu memimpin kita, tetapi kenyataannya hanya mampu bertahan di kebingungannya.
Memang tidak semua pimpinan di negeri ini buruk dan tidak menunjukan kinerja yang baik, tetapi mayoritas masih tambal sulam dan tidak mampu menunjukan prestasi yang sudah dijalankannya. Ada sebagian yang lupa dengan prestasinya dan terus bekerja siang-malam tanpa memikirkan perlunya sosialisasi apa yang sudah dikerjakannya, ada juga pimpinan yang terus berada di dalam kebingungan yang konsisten.
Kebanyakan pimpinan di negara ini berada dalam “mode bingung”, walaupun tidak pernah diperlihatkan secara kasat mata, tetapi diperlihatkan dengan aturan-aturan yang dihasilkan, yang biasanya terkesan “jalan sendiri” dan “tidak memihak rakyat”.
Konsep mengarungi kehidupan saya, sepertinya hanya ada dua :
1. SUSAH di depan, ENAK di belakang
2. ENAK di depan, SUSAH di belakang
Untuk menjadi seorang pimpinan yang baik, kita harus menganut konsep hidup saya yang bernomor satu. Dimana kita selalu saja berpikir ke depan, mengantisipasi berbagai kesulitan yang akan muncul dan memberikan solusi dari semua alternatif yang sudah diberikan.
Dan kebanyakan pimpinan kita sekarang, selalu berpikir di nomor dua, cari jalan singkat, cari yang enak dan cari yang mudah untuk dikerjakan, dengan resiko ahirnya menjadi “pabeulieut” atau benang kusut tidak keruan.
Jadi, dua kesimpulan yang paling telak untuk memajukan Indonesia dengan secepat-cepatnya, yaitu memilih pimpinan yang :
1. Punya kemampuan tinggi untuk mendengar suara yang beragam, sekaligus mampu mengambil keputusan yang bijaksana dan menguntungkan orang banyak
2. Punya pemikiran panjang dan tidak asal jalan atau enaknya sendiri
Kedua kriteria ini akan didapatkan dari dunia nyata yang sudah dijalaninya oleh yang bersangkutan sebagai pimpinan di berbagai institusi, dan jangan sekali-sekali memilih pimpinan hanya karena kesohor atau bahkan seorang selebriti yang banyak dikenal.
Tingkat intelektual seorang pemimpin sangat berbeda dengan orang yang biasanya selalu menonjolkan dirinya sendiri, karena model seorang pimpinan adalah BIJAKSANA dan berpikir untuk ORANG BANYAK.
Kalau kita memilih orang yang terkenal karena kegiatan yang dilakukan sendiri, biasanya akan menjadi bumerang saat yang bersangkutan masuk ke dalam suatu sistem yang amburadul akibat pembodohan rejim sebelumnya. Karena kebingungan atau ambigu yang terus menerus akan berahir di KORUPSI, karena jalan yang paling cocok adalah EMANGNYA GUE PIKIRIN !
Jadi, satu korupsi atau kesalahan fatal dapat terjadi karena :
1. Direncanakan
2. Tidak direncanakan dan terjadi karena kecerobohan
3. Tidak direncanakan dan terjadi karena kebodohan
4. Tidak direncanakan dan terjadi karena ketidak tahuan
Kita semua berharap mendapat pimpinan yang betul-betul profesional dalam bidang manajerial dan sekaligus dapat mengayomi kita semua untuk memajukan Indonesia Raya.
Selamat memilih !
Bogor, 9 April 2009