Hari liburan Lebaran 2007 ini saya berkesempatan untuk bongkar-bongkar barang lama, dan secara tidak sengaja ketemu satu buku berbentuk buletin, yang saya buat tahun 1987 untuk Klub Komputer Batutulis yang berdomisili di Bogor.
Klub Komputer Batutulis dimulai tahun 1986 (lihat buletinnya sudah Volume II, atau tahun kedua), dan merupakan sarana yang diberikan ke warga Bogor untuk dapat mengejar teknologi komputer, karena kebetulan di Jakarta, saya bersama dengan Kosasih Iskandarsyah, almarhum Aldi Jenie, Yusuf Supardi dan beberapa kawan yang saya lupa namanya, membentuk klub komputer juga yang diberi nama Pangkalan PISI.

Buletin yang dibuat dengan menggunakan program WordStar dan diketik dengan menggunakan printer daisy wheel merk Seikosha digabung dengan printer dot matrix dan illustrasi manual
Selain membentuk Klub Komputer berbasis IBM PC yang mungkin pertama di Indonesia, pada tahun 1984, saya juga membuka rental komputer pertama di Bogor (atau di Indonesia ?), dimana saya menyediakan tiga komputer di rumah paman saya di Jl Gunung Gede (sekarang Jl. Raya Pajajaran) untuk disewakan dengan biaya Rp 10.000,- per jam, termasuk dipersilakan untuk mencetak di printer daisy wheel dengan program WordStar.
Sepertinya, ini adalah cikal bakal warung Internet yang sekarang sudah mewabah dimana-mana, dan dibuat juga pertama kali oleh saya tahun 1996, di restoran yang berada di tengah Kebun Raya Bogor, yang kebetulan juga adalah kantor pertama dari ISP BoNet di tahun 1995.
Coba deh di konfirmasi keberadaan rental komputer ini, apakah ada rekan-rekan di kota lain yang sudah membangun rentalnya di sekitar tahun 1984.
Bogor, 12 Oktober 2007
Tahun 84 gw masing ngompol di celana om, taon 85 baru kelas 1 EsDe
Terima kasih untuk komentarnya, kalau saat ini sih anak SD sudah bisa ngoprek komputer yah.
Opa
Tahun 1984, saya baru kelas 4 SD, masih jadi anak baru di SD Tebet Barat, kita malah ga kenal teknologi saat itu. Teknologi yang paling canggih saat itu cuma televisi berwarna (?)
Aneh yah …. “auliahazza” tahun 1984 kelas 4 SD, sedang “it is all about curiousity” koq kelas 1 SD ?
Tahun 1984 itu, saya lagi baru belajar ngejual IBM PC XT, soalnya, tahun sebelumnya sudah jual Apple II+ yang lumayan sukses.
Orang-orang bule yang ada di Bogor yangmembuat saya jadi aktif belajar, karena setiap kali pulang meng-instal-kan komputer mereka, saya selalu bawa pe-er ke rumah.
Opa
nostaliga broo…
lama nian tuh tahun…
wah, opa…tahun 84 opa dah jualan XT tapi saya baru kenal XT tahun 98, klo tahun 84 tuh saya baru bisa ngomong “ma…ma..mam…”
jadi makin terinspirasi ma opa
salam,
kapten vu a.k.a dhefajar
Try to flattening the Eart …. waktu itu Frans juga masih pakai celana pendek yah …. kekekekekek …. dari Sukabumi ke Bogor
Opa
kapten vu ….. intinya yah belajar sampe tua yah …. dan yang penting lagi, kudu nekad sedikit, supaya bisa menghasilkan sesuatu (cuma ingat saja, harus pakai perhitungan yah).
Tahun 1998 saya lagi ketiban krisis ekonomi di bisnis komputernya, tetapi mendapat keuntungan dengan penambahan jumlah user di ISP BoNet-nya, jadi kalau kayak main bulutangkis, kondisi angka seri.
Opa
Ane lagi kuliah, pake apple, ente udah bisnis, terus maju enga yah hehehehehehe, becanda jgn marah yah opa, entar cepet tua yah.
walah, taun 84 saya baru pertama kali pake apple, sambil takut2, karena fasilitas sekola jaman sd dulu di bandung
Bung Michael, kalo tidak salah dulu singkatannya P2S ya?
Pak Hermanto … bisnis itu kayak roller coaster, nanti naik, nanti turun, terus begitu selama kita masih hidup, makanya kudu belajar terus,supaya kalau turunpun nggak di paling bawah.
Satu lagi, kalu mau awet mudah, jangan cepat marah … hehehehehe
Opa
Mas Anonymous kenapa mesti takut pakai Apple ? Kan nggak nge-gigit ….
Opa
Mas Ari, singkatan P2S apa yah, saya lupa kali yah ….
Opa
Thanks for sharing
Be my guest ….
Michael
tahun 1985 aku baru lahir Om
tahun 1987 baru dua thn,,blom tau apa-apa ![]()
Itu kan sejarah ….. jadi jangan nyesel kalau tahun 1985 baru lahir, karena justru saya nyesel, koq lahirnya sudah kelamaan, sehingga tidak bisa ikut teknologi dengan lebih gesit … hehehehe.
Michael