Published Nov 28, 2007 in Umum

Hari ini, Celotehan Opa Michael berubah penampilannya, sedikit bergaya lah.

Menggunakan theme dari Ask Graphics, mudah-mudahan tidak diganti-ganti lagi nantinya, karena kalau sering gonta-ganti seperti komik.

Di link Friends, saya juga menambah beberapa kawan, dan akan terus saya tambah, guna melengkapi semua informasi yang disampaikan.

Pekerjaan yang belum selesai adalah mengumpulkan tulisan-tulisan saya di berbagai media, terutama di InfoLINUX dan Kompas yang lumayan cukup banyak.

Memang cukup menyita waktu mengumpulkan data yang berceceran, sekaligus merangkumnya supaya enak dibaca dan tidak terkesan berantakan.

Masukan-masukan sangat diharapkan sekali, terutama untuk meningkatkan fungsi dan manfaat dari Celotehan Opa Michael ini.

Salam dari Bogor.

Bogor, 28 November 2007

Published Nov 25, 2007 in Umum

Selama sepuluh hari belakangan ini, sepertinya saya ngomong seperti kaset rusak, tentang dunia pendidikan, dampak negatif dan positifnya, serta penanganannya.

Dimulai dari Sekolah BPK Penabur di Tanjung Duren Jakarta, lalu di Stikom Surabaya dan terakhir di Diknas Makassar - semuanya topik menyerempet soal pemberdayaan teknologi komputer dan informasi untuk “meluruskan” dunia pendidikan anak-anak kita.

Dari hasil diskusi dan tanya-jawab, bisa diambil kesimpulan bahwasanya masyarakat Indonesia belum lepas dari kebingungan menghadapi perkembangan teknologi informasi dan komputer yang begitu cepat, sementara itu anak didik kita juga harus mengadaptasi kemajuan ini demi kehidupan mereka di masa mendatang.

Dengan keadaan yang self improvisation, akhirnya anak didik kita menjadi anak yang cuek, jutek dan tidak pernah mau menurut perkataan orang tuanya.

Sangat disayangkan, pemerintah begitu cueknya menghadapi semua kejadian ini, baik yang disebabkan oleh keterbatasan resource manusianya, maupun ketidak mampuan mengelola semua sistem yang sudah ada.

Akhirnya, sebagian besar anak didik kita menjadi orang yang cuek, mau enak sendiri, tidak kreatif dan tidak mau mendengar pendapat orang lain.

Dalam seminar bersama pakar keharmonisan keluarga, Pak Bambang Syumanjaya dari PT Konsultan Masa Depan, beliau mengungkapkan pentingnya pendekatan orang tua dan anak-anak, sehingga orang tua dapat menjadi Gerbang Teknologi untuk anak-anaknya.

Tapi kenyataannya, banyak sekali orang tua yang tidak mau perduli dengan perkembangan teknologi, sehingga akhirnya menjadi bumerang bagi mereka dan keluarganya.

Kesulitan mendidik anak-anak menjadi bertambah manakala para orang tua sudah tidak tau lagi harus berbuat apa terhadap semua kejadian yang belum pernah dialami oleh para orang tua tersebut.

Akhirnya …… dead end dan jalan sesukanya !

Bogor, 25 November 2007

Dari pukul 09.00 sampai sekitar pukul 11.30, bertempat di auditorium BPK Penabur Tanjung Duren Jakarta, saya diundang panitia untuk diskusi soal bahaya Internet terhadap anak SMP dan SMA, judulnya “Selamatkan anak anda dari bahaya dunia maya dengan komunikasi efektif”.

 

Peserta yang membludak dan peduli terhadap dampak Internet ke anak-anak

Ternyata, respon dari sekitar 300-an orang tua murid seragam, banyak orang tua yang ketakutan anaknya main game network, chatting di Internet dan malah ada yang ketakutan karena ikut-ikut Friendster.

Dipandu oleh pakar layanan keluarga, Bambang Syumanjaya - diskusi soal ketakutan, solusi dan menghindari masalah yang ruwet sekitar pemanfaatan Internet oleh anak-anak didik kita memang sangat menarik.

Intinya, orang tua itu seharusnya mengikuti perkembangan pergaulan anaknya, dalam bentuk mengetahui teknologi yang akan dipakai oleh mereka dan orang tua juga harus bijaksana dan memberi batasan-batasan yang boleh dan tidak boleh untuk semua anak-anak kita, sehingga nantinya mereka akan menjadi anak-anak yang dapat mengambil keputusan mana yang benar dan mana yang salah.

Melarang adalah kegiatan yang tidak mendidik, karena bagaimanapun, anak-anak usia muda dan agresif terhadap lingkungan, akan segera menyerap semua hal yang baru dan berbau yang wah.

Acara talkshow ini di moderasi oleh Edwin Manansang yang presenter di beberapa acara televisi, dan karena pengalamannya yang luas, acaranya dapat berlangsung dengan meriah dan peserta tetap duduk di tempat selama sekitar tiga jam.

Kesimpulan lain yang bisa didapat yaitu, gabungan ilmu psikologi dan pengetahuan teknologi informasi dan komputer merupakan satu solusi untuk membimbing keluarga dalam meningkatkan hubungan orang tua dan anak-anak yang menuju dewasa.

Bogor, 18 November 2007