Satu konsep untuk mengejar ketinggalan akan teknologi informasi (1 dari 4 tulisan)
Sejak Internet diperkenalkan di Bogor 1 Juli tahun 1995 oleh PT BoNet Utama, perkembangan pemakai dan pelanggannya sangat lambat sekali. Dari pertengahan tahun 1995 sampai akhir 1995, jumlah pelanggannya hanya sekitar 100 orang saja, padahal prediksi yang dilakukan oleh penulis cukup meyakinkan.

Dengan asumsi 10.000 mahasiswa IPB di tahun 1995, diambil 1%-nya, didapatkan angka 100 pelanggan dari mahasiswa, kemudian dosen IPB terdiri dari sekitar 3.000 pada tahun tersebut, orang asing di Bogor jumlahnya sekitar 800 dan perusahaan menengah keatas sekitar 200, ditambah dengan masyarakat umum yang totalnya didapat angka sekitar 1.000 pelanggan yang sudah pasti membutuhkan akses Internet.
Angka 1.000 baru dicapai pada tahun 1998, setelah tiga tahun beroperasi, karena banyak sekali masalah yang terjadi sejak penulis berusaha untuk memperkenalkan Internet ke masyarakat Bogor.
Bolak balik seluruh tim BoNet berusaha untuk memasyarakatkan pemakaian Internet, dengan cara melakukan seminar dan pengenalan Internet dengan gencar, tetapi penambahan pemakai Internet masih jauh dari harapan. Dari populasi sekitar 800.000 penduduk Bogor, pelanggan Internet sampai hari ini tidak lebih dari 8.000 saja, hanya 1% dari populasi, sementara kalau kita melihat negara tetangga Singapura, pemakai Internetnya sudah lebih dari setengah penduduknya.
Ada beberapa kesulitan yang dialami untuk meningkatkan pemakai Internet, pertama masih mahalnya akses Internet, ditambah mahalnya penggunaan jaringan telepon lokal, kedua, infrastruktur yang ada belum bisa memenuhi kebutuhan pemakaian Internet, ketiga kendala bahasa yang masih mengganggu penggunaan Internet dan komputer dan terakhir daya beli masyarakat untuk membeli komputer yang sangat rendah.
Dari empat kendala tersebut, dua kendala terakhir sudah bisa diatasi, walaupun tidak secara menyeluruh, yaitu dengan memberdayakan warnet (warung Internet), dimana kendala bahasa dan “beli komputer” bisa dipecahkan. Dengan masuk ke warnet, kita bisa belajar ke penjaganya, sekaligus tidak perlu membeli komputer untuk mengakses Internet.
Sayangnya, bisnis warnet yang boom sekitar tahun 1999 – 2001, rontok karena dirusak oleh pengusaha yang”oportunitis” dan tidak punya pengetahuan yang cukup. Bisnis warnet hancur karena semua pengusahanya mempunyai cara yang sama dalam pengelolaan warnet, sehingga akhirnya mereka membanting harga dan tidak bisa melangsungkan roda bisnisnya.
Awal tahun 1999, penulis bersama DR. Onno W. Purbo, mantan dosen ITB yang terkenal dilingkungan pemakai komputer dan Internet, melakukan perjalanan roadshow seminar tentang Warung Internet di beberapa kota besar, dan dari diskusi dengan berbagai lapisan masyarakat di beberapa kota tersebut, akhirnya lahir konsep RT-RW-Net yang dikembangkan dari warnet.
Pada saat yang sama, penulis yang baru pindah kembali ke Baranangsiang Indah mempunyai masalah dalam mengakses Internet, karena jalur teleponnya sering putus dan lambat aksesnya. Dengan memberanikan diri, akhirnya dipasang saluran leased channel dari Telkom, yaitu sambungan koneksi Internet dari kantor BoNet yang berada di Pajajaran ke perumahan Baranangsiang Indah.
Saluran leased channel ini menggunakan saluran telepon nganggur yang ada di rumah tetangga penulis, dan dengan kesepakatan bersama, akhirnya dibangun satu jaringan dalam satu blok, terdiri dari tiga rumah yang berdekatan, salah satunya memang sudah ada warnet dengan menggunakan dial-up biasa.
Harga aksesnya dibuat murah, karena memang tidak memikirkan bisnis, lebih kepada mencoba konsep yang waktu itu belum diberi nama. Ketiga rumah sangat puas mendapatkan akses Internet yang murah dan cepat, sehingga beberapa bulan kemudian, tetangga di belakang penulis minta untuk bergabung.
Kesulitan utama pembangunan jaringan RT-RW-Net ini adalah jumlah pelanggannya yang masih terlalu sedikit, sehingga hasil iurannya belum bisa menutupi biaya operasi keseluruhan. Satu saluran Internet dengan kecepatan 64Kbps yang hanya bisa dipakai oleh 10 komputer, harganya sekitar empat juta Rupiah setiap bulannya.
Jika jumlah pemakainya belum mencapai 10, maka jumlah biaya gotong royong yang harus ditanggung bisa lebih mahal dari empat ratus ribu sebulan, sementara kalau lebih dari 10 mau tidak mau ada masalah dengan kecepatan aksesnya. Mau tidak mau memang kita harus mengambil resiko, yaitu dengan memperbesar rasio dari pengguna, supaya biayanya menjadi murah.
Dengan target rasio 1:2, artinya, kecepatan 64Kbps yang biasanya dipakai oleh 10 komputer, dipaksakan untuk dipakai 20 komputer, maka bisa didapatkan biaya yang lebih terjangkau, yaitu sekitar 200 ribu Rupiah setiap bulannya. Asumsi rasio 1:2 ini memang belum tentu memuaskan pemakainya, tetapi melihat pengalaman yang dialami selama ini, sepertinya angka ini bisa dipakai untuk mulai memperkenalkan akses Internet dengan kecepatan tinggi atau istilah yang sering dipakai, Internet Broadband Access.
Jika pelanggan atau pemakainya bertambah, maka rasionya bisa lebih ditingkatkan, karena kemungkinan untuk semua mengakses Internet secara bersamaan memang kecil sekali, sama seperti penggunaan saluran telepon yang menerapkan juga teknik sharing pemakaian jaringannya. Bisa dilihat Amerika yang mempunyai pelanggan Internet sangat banyak, biaya akses Internetnya hanya sekitar US$ 300 untuk kecepatan 1,5Mbps, sementara di Indonesia, dengan harga yang sama kita hanya bisa mendapatkan kecepatan maksimum 256Kbps saja, berarti kita punya selisih enam kali lipat lebih mahal dibanding Amerika.
Di Michael’s File Directory, pembaca bisa mengunduh file-file yang berhubungan dengan RT-RW-Net (http://michael.sunggiardi.com/files/index.php?dir=rt-rw-net), ada rt-rw-net.pdf yang berbentuk buku panduan lengkap, presentasi singkat tentang RT-RW-Net (rt-rw-net-non-teknis-04.pdf) dan rt-rw-net.mpg video clip liputan teknologi RT-RW-Net di Bogor oleh MetroTV.
end of part one
TERIMA KASIH ARTIKELNYA
Senang sekali kalau tulisan ini dapat bermanfaat untuk semua lapisan
terimakasih opa , mau coba Di RT/RW ku.
izin sedot artikelnya
Silakan mas Arief ….
Dengan senang hati ……
Michael
ysh, opa michael…
salam hangat….kami pengurus IT forum RWRT tinggakt Desa tanimulya kec. Ngamprah Kab. Bandung barat yg juga lagi membangun web site forumrwrt.jabar.or.id mohon ijin kami mau menyadur artikel opa michael ntuk konsep RT/RW Net ini, sementara mau kita terapkan di Forum RW khusus di Desa Tanimulya Kec. Ngamprah Kab. Bandung barat……mohon do’a dan dukungan teknisnya kedepan, krn kami sangat berharap koneeksi 24 RW se Desa Tanimulya dapet terwujud.
Terima kasih
Razulaini Yanto S
Ketua Forum RWRT Desa Tanimulya
Kec. Ngamprah Kab. Bandung Barat
Komplek Permata Cimahi Blok Q6 No. 34
Desa Tanimulya Kec. Ngamprah
Phone : 022-70774550 – 08122121650
(Pengurus IT : www. Forum RWRT.jabar.or.id)
Mangga Kang Razulaini …… seluruh dokumen silakan disadur dan diperbanyak.
Semoga RT-RW-Net Desa Tanimulya SUKSES selalu !
Michael
Thx Opa, artikel anda adalah pencerahan bagi kami di bekasi yg ingin membangun rt rw net. Mohon izin untuk sadur ilmunya n akan di share ke temen2 sekampung.
Agus W.
Silakan di share di Bekasi.
Semoga SUKSES !
Michael
saya sangat terkesan dengan tulisan Opa, sangat bagus. Mohon ijin untuk menyadur untuk di muat di dalam blog dan web site saya http://www.lebahelektronik.com.
Saat ini saya sedang mengembangkan RT/ RW net di daerah Batujajar dan Permata cimahi dengan tujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa di bidang IT tanpa mengesampingkan dampak negatif nya.
Trims
Ceps Ibo
Kang Ceps Ibo,
Mangga diantos – tulisan ini memang copy left, silakan di sadur dan kalau memungkinkan menyebutkan sumber-nya, supaya kalau ada salah persepsi, saya bisa dapat masukan lagi.
Nuhun Kang …
Michael
pak maikel, tabah sakti aja… Ok deh RT RW nya,…… toko komputernya masih buka kan pak
insya allah atas artikel ini serta 4 biji CD tutorial dari seminar WI-FI pak maikel taon 2003 di bjm dolo dan bermodal keberanian,…. aku mau teriakin orang di banjarmasin bikin. nanti aku kabarin lagi
hehehe, SUKSES SELALOE’
Waduh ….. saya bukan Bukek Siansu-nya Kho Ping Hoo, alias nggak punya kesaktian lebih …. hehehehehehehe.
Toko komputernya per 31 Maret 2008 sudah ditutup.
Michael
Mas Yoga,
Semoga sukses di Banjarmasin …..
Michael
Artikel2nya Opa inspirasi bagi kami yamg sedang membangun RT/Rw Net di Kec.IV Angkat,Kab Agam, Suamtera Barat. Kami mencoba membangun ICT Kecamatan dengan konsep RT/RW Net, Harganya bisa lebih murah dari speedy dan unlimeted 24 Jam alhamdulilah 1 komplek perumahan dah jadi. Terimakasih opa atas idenya2mya maju terus RT/RW Net
Terima kasih kembali Uda Prima.
Saya senang sekali kalau semua ide dapat direalisasi dengan sebaik-baiknya.
Michael
Coba jaringan Pemasarannya diperluas sampai Komplek Pakusarakan, tanimulya 1 dan II, Cipageran, Banyak yang nggak tau lho, jadinya gimana mau gabung. Mangga geura masang server di Tanimulya II, Insya Allah cepat ngembang
Mangga Kang Ike mengembangkan semuanya sesuai kondisi dan situasi di daerah yang bersangkutan.
Michael
opa, makasih atas peencerahan rt rw net nya. saya sangat termotivasi.
namun kendala yang saya bingungkan adalah, berapa kah iuran bulanan yang sebaiknya saya tagihkan?
mengingat sekarang sudah ada koneksi unlimited dari indosat3G dengan biaya 100rb per bulan. (meskipun setelah quota tercapai 2G, kecepatan akan turun sampai di kecepatan gprs. tapi khan orang indonesia/orang kampung yang penting adalah terkonek ke internet. ga masalah lamabat or not).
*yg dalem kurung panjang banget…
Iuran yang ditagihkan sebaiknya melakukan perhitungan secara rinci dari semua biaya yang keluar dan keuntungan yang diinginkan.
Dengan semakin murahnya bandwidth, sepertinya kita sudah dapat menjual layanan RT-RW-Net di kelas 200 ribu per bulan unlimited dengan kecepatan yang diatas 32Kbps.
Opa
opa disaya malah sya buat cepek/bln unlimited pulak
Lama-lama memang akan jadi lebih murah, setelah bandwidth turun menjadi dibawah USD1000 per Mbps-nya.
Opa
Siang opa.
Kab.Semarang ikut nimbrung nih.
mau tanya, untuk wireless board buat instalasi Komodo itu belinya dimana yah?
Terimakasih atas jawabannya.
mantep pak… masih ingatkah waktu OPA berikan pelaihan diambon Teknisi bisa nggak saya minta gimana caranya ubah blog saya menjadi ernesfalikres.com thanks…
Brur Ernes harus punya server sendiri, lalu beli domain ernesfalikres.com di penjual domain (yang lokal lebih murah).
Lalu set di DNS-nya ke server yang bersangkutan ….
Opa
Saya coba ambil filenya opa, tapi nggak bisa dibuka udah 2 kali, lewat speedy atau fastnet sama aja, videonyajuga cuma sedikit nggak sampai selesai. saya ambil filenya disinihttp://michael.sunggiardi.com/files/index.php?dir=rt-rw-net.
Perbaiki dong opa!
thanks opa
Mas Erwin,
Kan nggak rusak tuh, koq minta diperbaiki … hihi ….. coba di downaloadnya malam, pada saat semua network sedang idle.
Michael
opa michael saya mau tanya kalo bikin RT RW net bisa ngga tanpa PC Router, soalnya di daerah saya ngga ada akses telepon jadi saya akan link ke rumah yang punya akses speedy sekitar 500 meter lalu saya tangkap dari rumah lalu di sebarkan keseluruh warga di sekitarnya kira2 bentuknya seperti apa yang bugdetnya minim, maklum masih dalam proses demo ke warga.
thanks
PC Router itu gunanya untuk mengontrol akses, sekaligus menggandakan IP melalui fungsi NAT – kalau di ujung yang lain sudah ada PC Router (router) kita tinggal pakai saja, kalau di ujungnya hanya dikasih satu IP saja, terpaksa kita pakai PC Router.
artikelnya mencerahkan. terimakasih banyak.
Terima kasih kembali mas Bowo di Blitar !
mau nanya ni klo buat laptop yg murah pke ap ya. tp saya ngontarak jd ga ad no tlpn ny
Saat ini banyak notebook murah sejenis OLPC (One Laptop Per Child), merknya ada MSI, Asus, Acer, Zyrex, Axioo dan lainnya.
Opa michael saya pelanggan baru speedy kebetulan di rumah pake modem router wag200g, setelah kasak kusuk tetangga kanan kiri byk yang minta share jadinya nya khan biaya abonemen bisa di share juga, pertanyaan saya.
1. Berapa max daya wag200g ( sehub. aturan daya <100mw
2. Radius rumah s/d 200 Mtr apakah bisa pake wag200g kalo bisa pake antena outdoor apa ( need rekomendasi yg murah meriah dan tahan lama hehe )
3. Kalo gak bisa sebaiknya pake routernya apa dan apakah perlu beli modem adsl lagi ?
4. jika antena masih di bwh rumah ( dalam rumah /rumah tk. 2 ) apakah perlu penangkal petir
Mengenai pembagian bandwith dll akan sy tanyakan kemudian yg penting rt/rw nya jalan dulu,soalnya saya cari praktisnya aja dulu jadi saya gak pake computer lagi buat ngontrol, biar modemnya aja yang conect ke ispnya
@Yohan : saya coba jawab pertanyaannya yah …
1. Daya WAG200G yang saya lihat di web adalah 18dBm, jadi sekitar 62,5mW saja – jelas mengikuti aturan Postel yang max-nya 200mW
2. Sebaiknya gunakan antena yang punya penguatan besar, supaya jangkauannya jauh. Pakai antena Omni untuk distribusi di dalam rumah atau antena sectoral untuk di luar rumah – besarnya sekitar 8 – 24dB
3. WAG200G adalah wireless sekaligus router dan build in modem ADSL, jadi sudah siap dipakai sebagai distribusi internet.
4. Tidak perlu penangkal petir jika diletakan di dalam ruangan.
Opa
makasih opa michael saya juga udah download contoh proposal hasil googling rencana saya mo beli antena omni saya pasang outdoor, biar lebih kuat dan sebaran merata yg udah cfm mo join udah 4 orang pake paket office speedy , selanjutnya sy serahkan pada waktu yg menentukan, soalnya sy memposisikan bukan sebagai koord. tapi pengelola jadi orientasi jgka pendek solusi internet murah jgka panjang buat bisnis juga opa ( maklum pegawai biasa buat byr inet pontang panting )
trims
salam yohan
OK dilanjut saja yah … kalau ada yang bisa saya bantu, di kantor ada orang saya yang bisa kasih info perangkat-perangkatnya (harvi.liu@gmail.com).
Opa
rtrwnet bisa menghadirkan internet murah ga..??? yang aku lihat di blog sbelah paling murah kita mesti ngeluarin dana MINIMAL 10jt..!!! solusi murahnya mana..?? masa kalah sama indosat & telkom yang jelas2x memang mereka cari duit
RT-RW-Net itu memang sangat fleksibel – tergantung teknologi yang dipakai dan berapa banyak melayani anggotanya …. sepertinya nilai minimal ini juga sangat tergantung kedua parameter tersebut.
opah draf rtrw dibali kabarnya gimana?kalau sharing tentang rt/rwnet dan kapan ada workshopnya dijakarta
weks …. saya kan nggak menyanggupi untuk bikin draft RT-RW-Net Bali, cuma kalau bantuin saya sanggup …. aslinya saya nunggu pertanyaan dan saran-sarannya ….. soal workshop RT-RW-Net, belum ada jadwal untuk di Jakarta atau di kota lainnya.
duch senang sekali akhirnya bisa ketemu opa juga meski di dunia maya…
sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri..saya fandi..
kebetulan saya mahasiswa tingkat akhir di sebuah PTN di jakarta….
saya mohon bantuan opa niy…saya ingin membuat skripsi tentang RTRW net…
saya mencoba mengembangkan di perumahan saya sendiri…
permasalahan yg ingin saya angkat pada skripsi saya adalah manajemen bandwidth pada jaringan RTRW net…
mohon opa dapat membantu saya memberikan pencerahannya….dengan memberikan tutorial2nya, heheheee…trims!!!
Untuk bandwidth limiter, bisa menggunakan program-program Open Source seperti IPCOP, ClarkConnect atau lainnya.
Opa
opah yang diperlukan untuk buat rt/rwnet dan kalau sharing/curhat sama opah secara langsung gimana ?
email saja ke saya ……
KAMI PRODUSEN ANTENNA GRID 2,4GHZ MERK RMI TIPE SGA 2425DB GAIN ANTENA 25DB BISA UNTUK JARAK JAUH . JANGKAUAN GAK KALAH DGN MERK KENBOTONG, FENETIK DLL. HARGA PER UNIT 350RB. KAMI JUGA SIAP
JADI SUPPLYER PERUSAHAAN ANDA DENGAN PARTAI BESAR.
BAGI YANG BERMINAT HUBUNGI KAMI:
RACHMAD JL SIMPANG BOGOR 26 MALANG
TLP 0341 552844/ 08883351556. ATAU EMAIL: rachmad2006@gmail.com HORMAT KAMI RACHMAD (ARDITECH)
Opa, Saya mahasiswa Manajemen Informatika, ada tugas ni Opa, yaitu membuat Makalah RT RW Net, Ijin DL artikel2 nya ya OPA……. salam kenal Opa dari Mahasiswa Terlambat Masuk.
Ted
Semarang – Jawa Tengah
mohon maaf(sdh disedot sbl di kasih izin), minta izin sedot artikel-nya
Bahasa Indonesianya di download itu diunduh, bukan disedot … hehehehe … kalau upload bahasa Indonesianya unggah.
saya mengakses internet menggunakan acer asphire 5570 via speedy office. pertanyaan saya, bisakah wireless di asphire tersebut dijadikan AP sehingga laptop lain bisa mengaksesnya ?
terima kasih.
@borsalino : jawabannya : TIDAK BISA, artinya notebook yang dilengkapi wireless card di dalamnya, tidak dapat dijadikan AP, kecuali kita pasang software khusus sehingga mengubah wireless client menjadi AP.
Wah makasih nee… sangat membatu kita artikelnya. Salam.
Hi, nice posts there
thank’s for the interesting information
Thanks Opa Mich saya dah download file pdf and mpeg-nya (padahal waktu di metrotv itu aku tungguin ehh..malah dah keliwatan!) Mantabs!!
Saya lagi menyusun RTRW-net di komplek perumda. Nti setelah tuntas baca PDF-nya minta bantuan saran ya Opa!.
Oh yaa, jika Opa Mich ni ditambahin “Bapak RTRW-net” boleh gak ya??
mantap artilelnya…
thanks…
saya mau tanya bagaimana caranya membangun sebuah RT/RW net?
apa saja yang dibutuhkan dan biaya awalnya kira2 berapa???
mantap,,,opa,,saya mau buat ne..tapi msh bingung mslh biaya nya,,,kalo bisa biaya nya yg seminimal mungkin tentang perakitan,,mulai awal.coz saya ini mahasiswa,,tau sendiri kan,,mhasiswa perantauan,,jd modalnya dikit..tolong kasih solusinya…
maksi sbelum nya,,
untuk futuyi, mungkin ini solusinya, patungan sepuluh orang untuk beli router wifi huawei e960 harga sekitar 2,8 juta terus langganan telkomsel flash yang 3,6 mbps sebulan 400 ribu unlimited ; jadi modal awal tiap orang sekitar 300 ribu kemudian biaya bulanan rp 40 ribu, datang saja ke grapari terdekat
Opa, mana tulisan part 2 to 4 nya? Saya gak lihat link-nya atau mata saya yg masih belekan nih?
gracias pisan
opah wil jakarta yang udah pakai rt/rwnet
&boleh minta alamatnya untuk bahan
Bapak RT-RW-Net kan banyak … hehehehehe
Biaya awal sekitar 5 – 10 juta tergantung teknologi yang dipakai.
Michael
Coba di list down dulu perangkatnya, nanti dicari yang kompatibel dan murah.
Michael
Nah .. ini solusi buat teman-teman yang lain.
Michael
Ada kan ? Nanti coba saya lihat.
Thanks,
Michael
Waduh .. soal alamat RT-RW-Net di Jakarta saya tidak tau persis tuh.
Michael
wah keren juga nih….
tapi masih bingung bgmn cara menerapkannya di temapt saya…bagaimana cara cari client nya…kalo di perumahan…:)?
trimakasih Opa, saya lagi coba bangun RT/RW net di daerah Majalaya. kab bandung. haturnuhun..bermanfaat
Sy merencanakan bikin RT-RW Net di Cirebon. Tapi lagi cari-cari info ttg legalitas, perijinan atau semacamnya. Opa bisa membantu? Atur nuhun atas bantuanya…