Satu konsep untuk mengejar ketinggalan akan teknologi informasi (2 dari 4 tulisan)
Seperti sudah dibahas di bagian pertama tulisan ini, bahwa RT-RW-Net adalah salah satu solusi yang bisa kita lakukan untuk memasyarakatkan penggunaan Internet, sehingga bangsa kita tidak tertinggal oleh bangsa lain di dunia ini.
Alternatif menggunakan Internet sebetulnya cukup beragam, dan yang paling mudah dan murah yaitu dengan menggunakan saluran telepon. Hanya sayangnya, pihak Telkom tidak berpikir untuk mempermudah dan mempermurah fasilitas ini, walaupun kita sudah melihat produk Telkom seperti Telkomnet Instan yang memudahkan pengguna Internet, tetapi dilihat dari sisi biaya, cukup tinggi dan belum terjangkau oleh banyak lapisan.
Dengan biaya Rp 165,- per menit, satu jam akses ke Telkomnet Instan kita harus membayar sekitar sepuluh ribu Rupiah dan jika rata-rata sehari kita pakai satu jam, dalam satu bulan sudah harus mengeluarkan biaya sekitar tiga ratus ribu. Penggunaan satu jam sehari ini sudah sangat minim, karena kenyataannya pada saat ini aplikasi di Internet masih jarang dan hanya tergantung pada pemakaian e-mail, belum ke Internet banking, belum ke program yang bisa meningkatkan produktifitas serta entertainment yang sudah merambah berbagai negara.
Patokan dua sampai tiga ratus ribu per bulan, diambil dari kemampuan golongan ekonomi menengah untuk bisa mendapatkan pelayanan akses Internet, yangpada akhirnya akan membuat effisien pekerjaan yang dilakukan hari per hari.
Jika diberlakukan pembebanan biaya sekitar dua ratus ribu Rupiah per bulan, sebetulnya kita bisa melakukan penghematan dalam banyak hal, misalnya biaya telekomunikasi, seperti SLJJ atau SLI jika kerabat berada di luar negeri, juga kita bisa menghapuskan biaya langganan koran dan majalah, karena informasi ini sudah ada dan bisa dilihat di Internet.
Dari seluruh aspek, nilai tambah mengakses Internet akan lebih terlihat untuk anak didik kita, karena mereka bisa berinteraksi dengan sesamanya yang tidak terbatas pada satu kota atau negara, mereka akan lebih mudah berkomunikasi, bisa lebih sering memanfaatkan kemampuan bahasanya dan yang lebih menarik, mereka bisa mengaktualisasikan dirinya di lingkungan internasional, bukan hanya kelas satu kota saja.
Selain anak-anak, bapak dan ibu juga bisa memanfaatkan akses Internet 24 jam, 365 hari setahun dengan lebih leluasa, tidak perlu memikirkan biaya yang akan membengkak secara tiba-tiba. Mereka bisa dengan leluasa memeriksa uang di bank-nya, melakukan transaksi pada perusahaan yang memang membutuhkan akses Internet, seperti bisnis MLM, lelang di Internet atau lainnya.
Untuk mengisi waktu luang, seluruh isi rumah dapat memanfaatkan jaringan Internet untuk main games yang sangat beragam dan makin lama makin bervariasi, atau bisa chatting dengan siapa saja di seluruh peloksok dunia. Main games saat ini tidak hanya melawan komputer, dengan masuk ke jaringan Internet, kita bisa main games dengan siapa saja yang berada di server, baik dari Indonesia, maupun dari Amerika.
Korea yang merupakan salah satu negara terbesar dalam penggunaan Internet di dunia, akses Internet-nya di dominasi oleh games komputer, dimana interaksinya tidak hanya di depan keyboard komputer, tetapi sudah ke dunia nyata, dimana para pemain games komputer bisa bertemu di darat (makanya bisnis warung kopi seperti Starbuck bisa melejit maju, karena bisa merupakan tempat pertemuan yang nyaman), bisa saling menumpahkan uneg-unegnya dengan lebih leluasa, karena pertemuan mereka bukan hanya sekali dua kali saja, tetapi bisa setiap menit di dunia maya.
Pada saat ini, penggunaan Internet di Indonesia masih sangat minim, karena aplikasi di server komputernya masih sangat terbatas. Detik.com salah satu portal berita, merupakan salah satu pionir dalam mengisi jaringan Internet di Indonesia, dimana mereka bisa sukses karena keberadaannya kebetulan dengan maraknya kejadian-kejadian disekitar kerusuhan 1998. Tahun sulit tersebut merupakan berkah bagi detik.com, karena semua orang ingin mengetahui perkembangan terakhir dari Indonesia yang sedang kacau balau dan mereka bisa menyajikan semuanya dengan cepat, tepat dan dapat dipercaya.
Internet Banking yang sering kita baca dan lihat kelihatannya masih amat terbatas penggunaan dan penerapannya, karena sampai saat ini, transaksi yang bisa dilakukan hanya terbatas pada satu bank saja, tidak bisa inter-bank, sehingga dinamikanya tidak begitu menarik. Selain bank, perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang juga sudah memanfaatkan fasilitas Internet dengan baik, kita bisa memesan tiket dari Internet, menentukan tempat duduk di pesawat, atau meminta sesuatu yang khusus selagi kita terbang (misalnya, tidak menyajikan daging sapi di makanan kita).
Kita belum melihat pemanfaatan Internet untuk memperpanjang SIM, mendaftarkan kartu tanda penduduk (KTP), memberitahukan kematian, mengurus surat-surat yang berhubungan dengan kegiatan kita sehari-hari. Semua fasilitas ini sebetulnya bisa menghemat waktu dan uang, walaupun sisi lainnya adalah memotong penghasilan para pamong praja.
E-Gov merupakan aplikasi yang sangat menarik dan bisa meningkatkan penggunaan akses Internet di Indonesia, karenanya pemerintah sudah harus mengantisipasi semuanya, sehingga kalau memang pemerintah turun tangan sendiri menyiapkan infrastruktur jaringan Internet, kita sebagai masyarakat Indonesia, tidak perlu lagi berpikir keras untuk membangun RT-RW-Net atau warnet.
end of part two
bangus banget tulisannya, bisa menambah wawasan saya.
Kapan ya akses Internet bisa menjadi hal yang mudah dan murah di negara kita.
Kalau di negara lain bisa affordable, mengapa di negara kita tidak?
Di negara kita terlalu banyak masalahnya, saya sedang menyiapkan satu tulisan, nanti akan segera ditayangkan di blog ini.
Terima kasih atas komentarnya.
THX before….
tp klo bisa tolong di lengkapin lagi ya informasinya…
terimakasih….
…^_^….
Dear Puput - Maksudnya dilengkapi lagi dengan info apa yah ?
Michael