Satu konsep untuk mengejar ketinggalan akan teknologi informasi (4 dari 4 tulisan)
Bagaimana mewujudkan jaringan RT-RW-Net dengan menggunakan perangkat yang murah meriah dan bisa bertahan dalam waktu yang lama ? Pertanyaan ini merupakan tantangan bagi kita semua.
Untuk menyambung ke ISP, penyedia jasa Internet, kita punya beberapa pilihan, misalnya kita bisa menggunakan modem ADSL dengan biaya sekitar 1 juta per bulan, atau bisa menggunakan teknologi wireless yang lebih murah karena tidak perlu membayar langganan pemakaian sirkuit dari PT Telkom.
Jika menggunakan ADSL, kita harus memeriksa kemungkinan pemasangan jaringan ADSL ke Telkom, kemudian membeli modem ADSL dan setelah selesai memasang modem kita bisa mulai membangun RT-RW-Net untuk disambung ke tetangga. Teknologi ADSL memungkinkan kita tetap menggunakan saluran telepon atau menelpon pada saat kita sedang mengakses Internet.
Investasi untuk membangun titik utama dengan menggunakan ADSL adalah sebagai berikut :
Jadi biaya awal pemasangan ADSL sekitar Rp 1.100.000,- dimana kita harus menambahkan biaya pembangunan jaringan yang akan dijelaskan di bagian lain.
Biaya bulanan menggunakan ADSL sekitar Rp 1.000.000,- dan jumlah ini bisa dibagi untuk beberapa tetangga yang menggunakan jaringan ini, sudah tentu dengan kecepatan yang terbatas, hanya 32Kbps untuk akses keluar dan 512Kbps untuk masuk ke jaringan kita. Jika kita dapat mengumpulkan 6 orang tetangga dekat, maka biaya bulanannya menjadi hanya sekitar Rp 170.000,- saja.
Pilihan lainnya yaitu dengan menggunakan teknologi wireless LAN yang mengikuti standar IEEE, yaitu organisasi insinyur di seluruh dunia yang membuat berbagai standar teknis.
Standar yang dikenal dengan sebutan 802.11b/g ini memungkinkan kita untuk menyambung dua tempat yang jaraknya sekitar 8 km dengan menggunakan udara sebagai media distribusi sinyalnya.
Kelemahan sistem ini adalah sering terjadinya interferensi antara perangkat yang sama, karena semua orang bisa membeli dan memasang dengan mudah perangkat ini. Rincian biayanya adalah sebagai berikut :
Biaya ini bisa ditekan lagi jika dalam arah yang sama kita menggunakan satu radio di base station-nya, dalam hal ini biaya total yang Rp 12.000.000,- bisa menjadi Rp 7.000.000,-
Biaya bulanan menggunakan layanan wireless LAN ini bervariasi, paling murah sekitar Rp 1.000.000,- per bulan, sehingga kalau dibagi dengan 6 tetangga, setiap rumahnya hanya membayar sekitar Rp 170.000,-
Setelah sambungan Internet masuk ke satu rumah, langkah selanjutnya adalah membangun infrastruktur ke tetangga, dalam bentuk kabel UTP (Unshielded Twisted Pair, kabel yang berisi 8 buah dan dipakai untuk jaringan komputer/LAN) yang bisa dipasang dalam jarak maksimum 100 meter. Untuk menghindari panas, hujan atau tikus, sebaiknya kabel ini dimasukan ke pipa paralon yang dipasang dari rumah ke rumah, sehingga bisa lebih tahan lama.
Sinyal yang dari ISP atau Telkom biasanya dalam bentuk konektor RJ-45 UTP (keluar dari modem ADSL atau perangkat wireless LAN), dari konektor ini kita harus membeli satu perangkat yang disebut switch, yang gunanya mendistribusikan sinyal Internet ke semua tempat.
Switch yang kita pakai terdiri dari 8 port, artinya kita bisa menyambung delapan perangkat ke dalam switch ini, maksimal bisa menyambung 6 rumah ke dalam satu switch, sementara dua port yang masih kosong kita sambung ke perangkat akses seperti modem ADSL atau wireless LAN, dan yang satunya untuk kita sambung ke switch lain jika ada tambahan tetangga yang mau ikut dalam jaringan RT-RW-Net yang kita buat.
Untuk sambungan dari rumah ke rumah, sebaiknya dipasang diluar rumah dekat jalan, tetapi jangan digantung diatas, karena mengganggu pemandangan, disamping dilarang oleh PLN dan Telkom. Tempat yang paling sesuai adalah pinggir got yang ada di depan rumah, supaya tidak dipotong PLN atau Telkom, juga tidak digigit tikus.
Perkiraan biaya untuk pembangunan jaringan ke tetangga adalah sebagai berikut :
Jumlah biaya penyambungan ke rumah-rumah adalah Rp 3.200.000,- yang jika kita jumlahkan dengan biaya akses ke ISP atau ke ADSL menjadi sekitar 4 juta untuk ADSL dan 15 juta untuk wireless LAN. Biaya ini dibagi rata ke setiap rumah yang akan ikutan untuk masuk ke jaringan RT-RW-Net, maksimal sekitar 2,5 juta Rupiah untuk setiap rumah.
Memang kedengarannya masih menakutkan, karena masih berbunyi jutaan, tetapi sekali kita berinvestasi selanjutnya kita bisa memanfaatkan sarana untuk bisa bersaing dalam era globalisasi ini.
Catatan : harga-harga bukan mutlak dan dapat berubah berdasarkan permintaan pasar
end of article
Opa michael, numpang baca ya..hehe..
oiyaa ngisi seminar lagi di jogja kapan? dua kali ngikutin seminarnya opa dijogja. keren.
*maaf, komennya nggak nyambung dgn postingannya :D*
Walau komentarnya nggak nyambung - terima kasih untuk mengisi komentarnya.
Saya belum ada schedule ke Jogja lagi, mungkin baru tahun depan jalan-jalan keliling Indonesia lagi.
Opa, masih di Bogor kah ?
Oh iya kapan2 bikin acara di Bogor donk, di tempat kerja saya boleh tuh … (di Kampus Kesatuan, Perguruan Tinggi nya)
Di tunggu lho …
Tinggal, tidur, makan semua di Bogor, cuma berkarya dikota lain …. karena katanya, orang Bogor itu Think Thank-nya banyak kota lain, tapi kotanya sendiri dijadikan Septic Tank …..
Soal bikin acara, ayo ajah diatur, kalau waktunya masih kosong, kita sama-sama bikin “keramaian”.
Mau tanya.
Bagaimana caranya untuk membuat jaringan yang memanjang, tidak seperti pakai hub yang bercabang (sentris)?Karena kalau menggunakan hub, jadinya boros kabel bila bentuknya memanjang.
Kalau ada informasinya tolong kirimkan ke dadang71@yahoo.com. Terima kasih banyak
Mas Dadang,
Maksudnya jaringan memanjang itu seperti bus dulu yah ?
Kalau yah, memang belum ada terobosan baru lagi sekitar teknologi ini, karena selain tidak bisa jauh, keamanan-nya juga sulit di pertahankan.
Michael
Pak , kalo kabel utp nya ditanam di tanah gimana pak ? , apakah tahan terhadap air, soalnya kalo lewat got seperti photo bapak susah diterapkan ditempat saya
Pak Supramianto,
Sebaiknya jangan ditanam di tanah, karena air akan menyerap sedikit-sedikit dan membuat kawat menjadi berkarat.
Coba perhatikan konstruksi sekelilingnya, apakah ada yang bisa di”tempeli” dengan kabel ber-pipa paralon.
Michael
Tolong Berikan Penjelasan tentang RT/RW Net yang lebih detail. Terima kasih^_^