Tanggal 30 November 2007 yang lalu, saya diundang ke Gorontalo, kota yang belum pernah saya singgahi selama tujuh tahun muter-muter ke seluruh Indonesia.
Begitu tiba di bandara Jalaluddin Gorontalo, saya dijemput oleh mas Aziz dan mas Dayat, dan dalam perjalanan ke hotel, terlihat suasana yang mirip dengan kota Manado yang sering saya kunjungi dalam dua tahun terakhir, hanya saja ada satu hal yang menarik dari Gorontalo, yaitu adanya Bentor (Becak Bermotor) yang merajai jalanan.
Kalau di Bogor angkot hijau buatan Daihatsu atau Suzuki yang banyak seliweran di dalam kota, maka di Gorontalo, Bentor yang merupakan modifikasi motor bebek dengan cara memasang kursi di roda depan-nya, sehingga dua orang bisa duduk disana, persis seperti becak.

Supir Bentor yang sedang sibuk mengendarai motornya
Begitu tiba di hotel Quality, jam sudah menunjukan jam malam, sehingga akhirnya saya istirahat total di kamar hotel, supaya besok pagi dapat segar membawakan workshop soal RT-RW-Net dan VoIP.
Paginya, setelah sarapan pagi di hotel, saya dijemput ke Universitas Negeri Gorontalo (UNG) untuk kemudian selama kira-kira selama 3 jam membawakan materinya, dilanjutkan oleh dua pembicara lain, yaitu Ir. Lilik Gani H.A dari Pustekkom dan Roy Suryo yang sering muncul di acara E-LifeStyle membawakan makalahnya sampai sekitar pukul lima sore.
Saya diajak makan malam khas Gorontalo (Sulawesi pada umumnya) oleh panitia, bersama dengan rektor UNG, Dr. Ir. Nelson Pomalingo, MPd, yaitu ikan bakar dengan dobu-dobu dan sambal pedasnya.
Kemudian, setelah makan malam, kami diajak melihat kantor gubernur yang berada di bukit dan bentuknya seperti istana raja-raja.

Foto bersama di depan kantor gubernur Gorontalo, yang agak gurem karena malam hari, dari kanan; saya, mas Roy, Pak Lilik, dekan Fakultas Teknik dan staf-nya Pak Lilik.
Sungguh menakjubkan melihat bangunan yang megah dengan pilar-pilar dan kubah yang mirip seperti gedung parlemen di Virginia Amerika.
Di bukit tersebut, rencananya akan dikumpulkan seluruh kantor pemerintahan, persis yang ada di kota Manado misalnya, dimana kantor-kantor pemerintahan berkumpul di Jalan 17 Agustus.
Sayang pagi keesokan harinya, saya mesti kembali ke Jakarta, sehingga tidak bisa menikmati Gorontalo lebih lanjut.
Bogor, 2 Desember 2007
Terima kasih untuk Pak Nono dan Pak Affandy dari Pengurus Alumni Elektro Trisakti yang sudah memberikan koreksi terhadap tulisan saya di atas.
gimana dgn Gorontalo?
apa pengen balik lagi ke Gorontalo?
Kalau ada kesempatan dan acara, dengan senang hati saya ke Gorontalo lagi.
Terima kasih untuk komentarnya Adli.
Michael
Apa Bapak Punya Foto Kantor Gubernur Provinsi Gorontalo??
Saya sedang Kuliah Di Surabaya, ntar fotonnya untuk pembuatan tugas.
Jikalau ada, Ntar dikirim ke email saya.
thanks before
Foto-foto kantor Gubernur Gorontalo yang diambil malam hari, disimpan di : http://michael.sunggiardi.com:8080/
Silakan di download.
Michael