Secara tidak sengaja, dan tidak direncanakan, launching Extricom yang diselenggarakan tanggal 29 Februari 2008 kemarin, bersamaan dengan launching WiMAX HiMAX 231 oleh PT Hariff Daya Tunggal Engineering.

Mark Ellins, Rusdi Soetioso, Michael Sunggiardi dan David Hutauruk diapit oleh Opening Dancer
Selamat untuk Pak Yan dari Hariff yang sudah sekian lama bergelut dengan pengembangan WiMAX dan sempat deg… deg … an karena ada yang menyalip …. hehehehe.
Saya yang dalam skala kecil juga berniat mengembangkan WiMAX, akhirnya di telpon oleh beberapa teman, karena di awal tahun 2006 yang lalu, saya sempat mengumumkan kerja sama dengan satu perusahaan di Amerika yang mengembangkan WiMAX juga (yang sekarang entah sudah sampai dimana ?).
Pak Wahyu di beberapa milis menulis ulasannya tentang tidak hadirnya Menkominfo dan Dirjen Postel di dalam acara itu, padahal ini merupakan satu produk yang dapat dibanggakan oleh bangsa dan negara Indonesia.
Akhirnya saya tergelitik mengeluarkan rahasia saya selama ini, yaitu rahasia kegagalan saya mengembangkan WiMAX, sehingga akhirnya berupaya untuk mengembangkan yang sudah ada, seperti WiFi dan lainnya.
Memang menyakitkan, Indonesia menjadi target dari negara maju untuk mencari uang, sementara kita sendiri akhirnya menjadi bangsa penonton yang terkadang bertepuk tangan gembira karena ada hiburan-nya, sementara begitu pulang ke rumah, kita menghadapi kenyataan, bahwa kita tidak punya apa-apa lagi di Indonesia !
Kenyataan pahit di kadal-in selama 26 tahun di bisnis komputer sudah merupakan bukti nyata yang tidak usah menjadi bahan perdebatan, sekarang tinggal kita berusaha untuk tidak terjadinya kejadian yang sama di bidang telekomunikasi dan telematika.
Hanya saja, orang Indonesia ini susah diajak kerja sama, karena semuanya merasa pinter dan mampu melakukannya sendiri, sehingga seringkali mengabaikan etika dan kejelasan bisnis.
Michael